
Judul | Hubungan Stunting dengan Risiko Kejadian Karies Pada Anak Usia Prasekolah di TK Wilayah Kecamatan Sambutan / Salsabila Sanrang |
Pengarang | Salsabila Sanrang |
Penerbitan | Samarinda : Fakultas Kedokteran gigi Universitas Mulawarman, 2024 |
Deskripsi Fisik | xiii, 69 hlm :Ilustrasi ;29 cm |
Subjek | Stunting, karies, usia prasekolah |
Abstrak | Stunting, atau gagal tumbuh, merupakan kondisi tinggi badan anak yang rendah untuk usianya akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Faktor-faktor penyebab stunting meliputi asupan energi yang tidak mencukupi, berat badan lahir rendah, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, pola asuh, dan keragaman makanan. Stunting dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada anak, seperti gangguan perkembangan fisik dan otak, serta meningkatkan risiko penyakit di masa depan. Di Indonesia, prevalensi stunting masih dianggap masalah serius. Kalimantan Timur memiliki prevalensi tinggi dengan beberapa daerah yang angkanya melebihi rata-rata provinsi, seperti Kutai Timur dan Samarinda. Selain itu, stunting berhubungan dengan masalah kesehatan gigi, khususnya karies, karena dapat mengurangi aliran saliva yang berfungsi melindungi gigi. Penelitian menunjukkan hubungan antara stunting dan kesehatan gigi, serta dampak karies terhadap penurunan nafsu makan yang dapat memperburuk stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk hubungan stunting dengan risiko kejadian karies pada anak usia prasekolah di TK wilayah Kecamatan Sambutan. Metode: Metode survei menggunakan pendekatan cross-sectional, sampel penelitian merupakan anak usia prasekolah di TK wilayah Kecamatan Sambutan. Alat ukur yang digunakan yaitu microtoise staturemeter dan status pemeriksaan gigi, analisis data menggunakan uji fisher exact. Hasil: Stunting dengan risiko kejadian karies memiliki hubungan yang signifikan (p=0,016), dengan prevalensi rasio sebesar 1,52 yang berarti anak dengan status gizi stunting lebih berisiko mengalami karies 1,52 kali lipat daripada anak dengan status gizi baik. Simpulan: Stunting berhubungan dengan risiko kejadian karies. |
Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
---|---|---|---|---|
101/SKR/FKG/2025 | 101 | Baca di tempat | FAKULTAS KEDOKTERAN UNMUL - Ruang Koleksi Referensi | Tersedia |
Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
001 | INLIS000000000004284 | ||
005 | 20250325091724 | ||
008 | 250325################|##########|#|## | ||
035 | # | # | $a 0010-0325000040 |
084 | # | # | $a SKR SAL h 2024 |
100 | 0 | # | $a Salsabila Sanrang |
245 | 1 | # | $a Hubungan Stunting dengan Risiko Kejadian Karies Pada Anak Usia Prasekolah di TK Wilayah Kecamatan Sambutan /$c Salsabila Sanrang |
260 | # | # | $a Samarinda :$b Fakultas Kedokteran gigi Universitas Mulawarman,$c 2024 |
300 | # | # | $a xiii, 69 hlm : $b Ilustrasi ; $c 29 cm |
520 | # | # | $a Stunting, atau gagal tumbuh, merupakan kondisi tinggi badan anak yang rendah untuk usianya akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Faktor-faktor penyebab stunting meliputi asupan energi yang tidak mencukupi, berat badan lahir rendah, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, pola asuh, dan keragaman makanan. Stunting dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada anak, seperti gangguan perkembangan fisik dan otak, serta meningkatkan risiko penyakit di masa depan. Di Indonesia, prevalensi stunting masih dianggap masalah serius. Kalimantan Timur memiliki prevalensi tinggi dengan beberapa daerah yang angkanya melebihi rata-rata provinsi, seperti Kutai Timur dan Samarinda. Selain itu, stunting berhubungan dengan masalah kesehatan gigi, khususnya karies, karena dapat mengurangi aliran saliva yang berfungsi melindungi gigi. Penelitian menunjukkan hubungan antara stunting dan kesehatan gigi, serta dampak karies terhadap penurunan nafsu makan yang dapat memperburuk stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk hubungan stunting dengan risiko kejadian karies pada anak usia prasekolah di TK wilayah Kecamatan Sambutan. Metode: Metode survei menggunakan pendekatan cross-sectional, sampel penelitian merupakan anak usia prasekolah di TK wilayah Kecamatan Sambutan. Alat ukur yang digunakan yaitu microtoise staturemeter dan status pemeriksaan gigi, analisis data menggunakan uji fisher exact. Hasil: Stunting dengan risiko kejadian karies memiliki hubungan yang signifikan (p=0,016), dengan prevalensi rasio sebesar 1,52 yang berarti anak dengan status gizi stunting lebih berisiko mengalami karies 1,52 kali lipat daripada anak dengan status gizi baik. Simpulan: Stunting berhubungan dengan risiko kejadian karies. |
650 | # | 4 | $a Stunting, karies, usia prasekolah |
990 | # | # | $a 101/SKR/FKG/2025 |
Content Unduh katalog